Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berencana mendorong regulasi yang mengatur penayangan film Indonesia agar tidak langsung masuk ke platform streaming. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemberian masa tayang eksklusif di bioskop selama empat bulan sebelum film dapat dirilis secara digital.
Kebijakan ini diusulkan sebagai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem industri bioskop di Indonesia, termasuk ribuan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Menurut Fadli, tren penonton yang memilih menunggu tayangan di platform digital berpotensi menurunkan jumlah pengunjung bioskop.
“Bioskop bisa tutup lama-lama kalau orang sudah mulai nonton langsung di gadget,” ujar Fadli di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Selama ini, sistem distribusi film Indonesia masih mengikuti mekanisme pasar, di mana film yang mampu menarik penonton akan bertahan lebih lama di layar lebar. Sementara itu, film dengan jumlah penonton rendah cenderung lebih cepat turun dari bioskop dan dialihkan ke layanan streaming. Di sisi lain, jumlah layar bioskop di Indonesia dinilai masih terbatas, sehingga ruang persaingan antar film menjadi semakin ketat, terlebih dengan meningkatnya jumlah produksi film nasional.
Fadli juga menyebut bahwa fenomena pergeseran penonton ke platform digital tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara seperti di Eropa dan Korea Selatan juga mengalami penurunan jumlah pengunjung bioskop dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, pemerintah berencana berdiskusi lebih lanjut dengan para produser film guna merumuskan kebijakan yang seimbang antara kepentingan industri bioskop dan perkembangan platform digital.
Source : CNN Indonesia