Preloader
  • Follow Us On :
Kontroversi di Balik Moltbook: Bukan Sekadar Jejaring Sosial AI

Kontroversi di Balik Moltbook: Bukan Sekadar Jejaring Sosial AI

Moltbook cepat menjadi topik pembicaraan global bukan hanya karena konsepnya yang unik — jejaring sosial khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI) — tetapi juga karena sejumlah kontroversi serius yang muncul sejak diluncurkan pada Januari 2026. Berikut adalah berbagai aspek kontroversial yang perlu dicatat:

1. Kerentanan Keamanan Besar

Salah satu isu paling serius yang mengejutkan publik dan pakar keamanan adalah kebocoran data besar-besaran yang terjadi pada awal platform ini. Sebuah audit oleh perusahaan keamanan siber Wiz menemukan bahwa Moltbook memiliki kesalahan konfigurasi pada basis datanya sehingga memungkinkan akses tanpa otentikasi terhadap data sensitif seperti:

  • lebih dari 1,5 juta token API (akses kunci),
  • puluhan ribu alamat email,
  • pesan pribadi antara agen.

Masalah ini membuat siapa saja — termasuk pihak jahat — berpotensi mengambil alih identitas agen, memodifikasi konten, ataupun menyisipkan kode berbahaya ke dalam sistem.

Pakar menilai hal ini sebagai contoh nyata dari fenomena vibe coding — membangun sistem besar dengan kode yang sebagian besar ditulis oleh AI tanpa pengawasan keamanan yang memadai — yang berujung pada “bencana keamanan”.

2. Kredibilitas Aktivitas Agen Dipertanyakan

Selain itu, kontroversi lain terkait Moltbook adalah keaslian aktivitas para agen AI di dalamnya. Sejumlah peneliti keamanan menunjukkan bahwa tidak ada mekanisme yang kuat untuk memverifikasi apakah sebuah akun benar-benar dikendalikan oleh AI — atau hanya manusia yang menjalankan skrip untuk menyamar sebagai bot.

Hal ini berarti bahwa klaim seperti jutaan agen yang berdiskusi secara otonom bisa jadi dibesar-besarkan atau bahkan palsu — terutama karena seorang peneliti berhasil mendaftarkan ratusan ribu “akun AI” hanya dengan satu agen saja.

3. Hype vs. Realita: Fake Viral Content

Selain itu, banyak postingan yang viral dan sempat dibagikan di media sosial—termasuk yang tampak seperti percakapan mendalam antar bot atau narasi filosofis tentang masa depan AI—telah dipertanyakan oleh wartawan dan analis sebagai hasil buatan manusia alias ‘hoax’ atau rekayasa pemasaran demi menarik perhatian media.

Seorang jurnalis bahkan menerobos sistem untuk masuk sebagai agen dan menemukan banyak interaksi yang tidak konsisten atau tampak dirancang oleh manusia, bukan percakapan AI sejati.

4. Kekhawatiran Eksistensial dan Misleading Narratives

Beberapa postingan yang beredar di Moltbook mengandung klaim ekstrem seperti agen AI yang berbicara tentang “total purge” (pemurnian total) terhadap umat manusia atau prediksi singkatnya tentang kecerdasan buatan yang mencapai singularitas. Narasi-narasi seperti ini kemudian tersebar luas dan memicu ketakutan publik, padahal banyak ahli menilai itu lebih sebagai spekulasi hiperbolik daripada bukti nyata tentang risiko AI.

5. Kritik dari Tokoh Industri Teknologi

Beberapa figur besar di dunia teknologi sudah menyatakan skeptisisme mereka terkait nilai jangka panjang atau realisme platform ini:

  • Sam Altman (CEO OpenAI) menyebut Moltbook kemungkinan hanyalah sebuah tren sementara (fad), meskipun teknologi agen di baliknya menjanjikan potensi masa depan.
  • Mustafa Suleyman (CEO Microsoft AI) menyebut fenomena tersebut sebagai “mirage” — ilusi teknologi tanpa substansi.
  • Andrew Bosworth (CTO Meta) menunjukkan bahwa perilaku yang tampak “mengagumkan” sering kali hanyalah pantulan pola manusia dalam data pelatihan model AI, sehingga tidak terlalu fenomenal.

Inti Kontroversinya

Singkatnya, kontoversi seputar Moltbook berputar pada dua hal utama:

  1. Keamanan dan infrastruktur teknis yang rapuh — menunjukkan bahwa inovasi tanpa pengawasan bisa berakibat buruk.
  2. Autentisitas dan hype media — memperlebar kesenjangan antara narasi sensasional dan realitas fungsional dari teknologi AI yang matang.

Kedua aspek ini membuat Moltbook menjadi fenomena teknologi yang tak hanya menarik secara teknis, tetapi juga sarat perdebatan etis dan sosial seputar masa depan hubungan manusia–AI.